Pesan untuk aksi mahasiswa yang anarkis
Aksi demo mahasiswa bisa dikatakan sebagai ujung tombak aspirasi rakyat. Hal ini tak luput dapat tergambarkan dari peranan mahasiswa yang mengusung aksi reformasi ‘98. Peran dan sumbangsih pergerakan mereka memang patut diacungkan jempol.
Kebijakan pemerintah dalam menaikan BBM yang didorong oleh faktor makroekonomi dalam hal tingginya harga minyak dunia, disatu sisi dinilai dapat menyengsarakan rakyat kecil, namun disisi lain mempengaruhi kinerja APBN mencapai defisit, yang secara jangka panjang dapat berdampak buruk bagi perekonomian di Indonesia.
Respons dari mahasiswa pun bersambut, mereka menganggap pemerintah SBY-JK tidak lagi berpihak kepada rakyat. Aksi masa mahasiswa pun mulai bergulir satu demi satu. Namun yang sangat disayang kan penuh nya aksi anarkis mahasiswa yang sudah mulai keluar dari jalur dan tatanan tujuan aksi demo tersebut. Mahasiswa yang diharapkan manusia yang berintelektual harus nya dapat menahan emosi dan meredam ke anarkisan tersebut. Sehingga tujuan awal yang membela rakyat tidak ternodai. Hidup Mahasiswa!!!
Pemilu 2009, Saya pilih SBY
Berbicara tentang peta perpolitikan di Indonesia memang bisa di bilang terlalu dini, namun tidak ada salah nya untuk memulai memperhatikan bakal calon-calon presiden yang akan bersuara di kancah politik dalam negeri.
Sedikit mengulas pemilihan umum sebelumnya, ada satu hal yang perlu kita garis bawahi bersama bahwa pemilu 2004 yang lalu merupakan bentuk keberhasilan pesta demokrasi pancasila di Indonesia. Pasca krisis ekonomi, dimana seluruh kalangan rakyat Indonesia merindukan sebuah perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik di segala sektor. Indonesia membutuhkan karakter pemimpin yang mampu merubah nasib bangsa ini, yang tentu nya bukan lah tugas yang mudah bagi siapa pun yang terpilih pada saat itu. Pejuang-pejuang senior di panggung politik seperti Wiranto, Megawati, Amien Rais serta Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan beberapa nama yang kala itu merupakan bakal calon kuat untuk menjadi pemimpin negara.
Siapakah kira-kira nama-nama calon presiden yang akan ada di daftar pilihan anda pada tahun 2009 ? Kalau saya sendiri sudah punya salah satu calon yang akan saya pilih nanti nya. Yup… Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak dipungkiri memang banyak orang yang merasa kepemimpinan nya banyak kekurangan, seperti halnya yang banyak diungkapkan yaitu ketidaktegasan nya dan keraguan beliau dalam mengambil sebuah keputusan. Namun saya melihat itu dari kaca mata yang berbeda. Coba anda bayangkan apa bila anda adalah seorang Presiden sebuah negara yang beragam dari segala faktor baik itu agama, politik, budaya, ataupun kepentingan-kepentingan yang sifat nya individu dan golongan. Tentunya anda akan mencoba mencari sebuah solusi atas suatu masalah dengan mempertimbangkan segala kepentingan yang ada dengan meminimalkan kerugian bagi semua pihak.
Wuih…kalau saya berada di posisi tersebut, tentu bukan hal yang mudah. Melihat sepak terjang SBY selama memimpin Republik Indonesia, saya hormat dan tunduk kepada beliau atas usaha dan perjuangan nya untuk mencoba memberikan yang terbaik sebagai anak bangsa ini sebagai pemimpin bangsa. Tantangan dan masalah yang ada di negara ini mungkin beliau tidak mampu menyelesaikan nya selama periode pertama jabatannya sebagai RI 1, namun saya atau siapapun juga tidak bisa menjamin dengan terpilih nya beliau di periode 2009-2014 juga dapat merubah total negara ini menjadi lebih baik. Tapi setidak nya saya melihat perbaikan kecil yang beliau bawa selama masa kepemimpinan nya, yaitu semangat totalitas memberikan sumbangsih kepada negara dengan seluruh tenaga dan pemikiran beliau.
Namun semua itu kembali lagi kepada hak pilih temen-temen pembaca blog ini menanggapi nya, tentu anda sudah punya idola dan karakter pemimpin seperti apa yang akan anda pilih nanti di Pemilu 2009 bukan?
The image was taken from here : Theage.com.au
The Happening Experiment Sydney
BLT, solusi miskin untuk rakyat miskin
Langkah pemerintah Indonesia dalam menaikan harga BBM dikarenakan tinggi nya harga minyak dunia melebihi APBN 2008 menimbulkan pro serta kontra menyikapi sikap pemerintah tersebut. Beberapa pihak yang sejalan dengan pemikiran pemerintah menganggap langkah yang diambil sudah merupakan keputusan terbaik untuk saat ini, mengingat efek jangka panjang atas pemberian subsidi BBM akan memperkeruh kondisi perekonomian bangsa.
Namun beda hal nya dengan pihak yang menolak kenaikan BBM. Mereka menganggap seharusnya pemerintah bisa melihat kondisi rakyat yang terhimpit dengan kemiskinan dan akan tambah menderita atas dampak kenaikan BBM tersebut. Alhasil tak dapat dihindari beberapa aksi mahasiswa yang melakukan demo kenaikan BBM, pengemudi angkutan umum yang mogok menuntut kenaikan tarif BBM, serta efek yang terasa lebih besar adalah naik nya harga-harga kebutuhan pokok dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Demi meredam dampak kenaikan harga-harga tersebut, pemerintah pun mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara bertahap, dimana keputusan ini adalah solusi yang miskin makna untuk rakyat miskin. Pengalihan subsidi BBM terhadap pembagian BLT dapat digambarkan bagaikan menuangkan air kedalam plastik yang bolong. Walaupun dapat dibilang uang sebesar Rp 300,000 sangat bermakna bagi rakyat miskin, namun hal ini mengenyampingkan mental pengemis yang terbentuk bagi penerus bangsa ini.
Mungkin pengalihan subsidi tersebut akan lebih bermakna dalam jangka panjang apabila secara deklamasi pemerintah menunjukan komitmen nya dengan meningkatkan peluang usaha bagi rakyat miskin, diantaranya dengan pemberdayaan sumber daya dari kalangan menengah ke bawah tersebut. Dan tentunya didukung dengan menurunkan harga pada sektor-sektor strategis seperti biaya pendidikan disertai perangkat pendukung nya, transportasi publik yang memadai, meningkatkan pemberadaan rumah murah bagi rakyat miskin yang tepat tujuan, jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu, serta keseriusan dalam mengembangkan produk hasil dalam negeri demi mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan, yang sudah terlupakan. Sehingga bangsa ini lebih kaya solusi dalam mengambil keputusan.
Picture was taken from here
Malam Berbudaya Itu Seru!
Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) akan mengadakan sebuah acara yang dinamakan “Malam Berbudaya Itu Seru.” Terdengar unik bukan? Tentu saja karena JBRB memang sebuah organisasi yang unik dan berbeda.
Tujuan utama dari acara ini adalah:
- Memperkenalkan JBRB kepada masyarakat luas.
- Merayakan ulang tahun JBRB yang pertama.
- Meluncurkan program Berbudaya Itu Seru (Berburu).
Bagi yang belum tahu, Berburu adalah sebuah pelatihan singkat yang mengajarkan nilai-nilai budaya positif dan maju kepada murid sekolah dasar. Sekilas gambaran mengenai Berburu bisa lihat di sini.
Program Berburu sudah berjalan selama tiga bulan di SDN Selong 01 Kebayoran Baru dan acara ini akan menjadi tanda dimulainya roadshow Berburu di sekolah-sekolah dasar lainnya.
Acara ini akan diadakan di Washington, D.C. pada tanggal 21 Juni 2008 dan Jakarta pada tanggal 28 Juni 2008. Bagi yang tertarik untuk datang atau menjadi sukarelawan bisa lihat poster acara di sini.
Ayo bakar Jakarta dengan semangat Revolusi Budaya dan tunjukkan bahwa kita bisa berbudaya.
Hubungi tim JBRB Washington, D.C.
Ribka Gemilangsari E: ribkag@gmail.com
Vionindar Trapsilaningrum E: vieo_goofy@yahoo.com
Hubungi tim JBRB Jakarta
Anggie Oktanesya E: a_naditha_o@yahoo.com P: 0856.218.6898
Rusdi Indradewa E: indradewa.rusdi@gmail.com P: 0856.9201.0666


